Kegiatan Paroki

Surat Gembala Bapa Uskup Keuskupan Denpasar (Prapaskah-Paskah) 2018

  • Posted on: 10 February 2018
  • By: Sekretariat Paroki
SURAT GEMBALA USKUP DENPASAR
DALAM RANGKA PRAPASKAH-PASKAH 2018
KEPEMIMPINAN PASTORAL
 
Saudara-saudari, umat beriman Keuskupan Denpasar, yang saya kasihi, Kita kembali memasuki masa Prapaskah. Prapaskah merupakan masa Retret Agung selama 40 hari. Masa Prapaskah adalah saat istimewa mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa, bertobat, bermatiraga dan melakukan karya belas kasih sebagai persiapan menyambut perayaan Paskah. Dalam kerinduan untuk memperbaharui praktek- praktek liturgi Gereja, Konstitusi tentang Liturgi Kudus Konsili Vatikan II menyatakan: “Dua ciri khas masa Prapaskah adalah mengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan, dan membina sikap tobat. Kedua hal ini haruslah diberi penekanan yang lebih besar dalam liturgi dan dalam katekese liturgi. Masa Prapaskah merupakan sarana Gereja dalam mempersiapkan umat beriman untuk merayakan Paskah, sementara mereka mendengarkan Sabda Tuhan dengan lebih sering dan meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa.” (KL. 109).
Selaku Uskup, Pimpinan Gereja Lokal Keuskupan Denpasar, saya menghimbau agar umat dengan sungguh- sungguh memaknai dan memanfaatkan masa ini untuk menimba rahmat Allah dengan berbagai kegiatan yang memungkinkan tumbuh suburnya hidup rohani.
 
Hasil Sinode IV Keuskupan Denpasar
Berkat doa yang dipanjatkan umat secara terus menerus, Sinode IV beserta tahapannya berjalan dengan baik dan selesai dengan tuntas. Sinode IV antara lain menghasilkan Arah karya Pastoral, Visi - Misi Keuskupan Denpasar periode 2018-2022. Arah Karya Pastoral: “Menuju Gereja yang beriman tangguh, mandiri dan berani bersaksi dalam masyarakat majemuk”. Visi: “Persekutuan umat Katolik Keuskupan Denpasar yang beriman tangguh, mandiri, dan berani bersaksi dalam Masyarakat majemuk”, yang akan direalisir melalui 15 butir misi. Demikian juga Sinode IV telah menetapkan lima tema pastoral untuk periode lima tahun ke depan, yakni: Tahun 2018 mengangkat tema Kepemimpinan Pastoral. Tahun 2019: Formasi Iman yang Tangguh. Tahun 2020: Gereja yang Mandiri. Tahun 2021: Gereja yang Bersaksi dan tahun 2022: Gereja dalam Perutusan Kontekstual.
 
Tema Pastoral tahun 2018: Kepemimpinan Pastoral
Tema Kepemimpinan Pastoral diangkat mengingat adanya masalah seputar Kepemimpinan Pastoral yang ditemukan dalam Focus Group Discussion (FGD) menjelang Sinode IV. Pemimpin yang dimaksudkan adalah pemimpin tertahbis: para imam dan pemimpin  terbaptis:  katekis, Ketua DPP, Ketua Lingkungan, KBG, Ketua OMK, Ketua Kelompok Kategorial. Masalah yang ditemukan antara lain:
1. Kurangnya kemampunan kepemimpinan pastoral; 2. Kurangnya fasilitator yang terampil; dan 3. Kurangnya kesadaran dan keterlibatan umat dalam hidup ber KBG.
 

Kunjungan Bupati Gianyar - 28 Januari 2018

  • Posted on: 1 February 2018
  • By: Sekretariat Paroki

Minggu, 28 Januari 2018 menjadi hari yang spesial bagi Umat Katolik Paroki St. Maria Ratu Rosari Gianyar dimana Bapak Bupati Kabupaten Gianyar, Bpk. Anak Agung Gede Agung Bharata, SH datang berkunjung ke Gereja Katolik St. Maria Ratu Rosari Gianyar. Kedatangan Bapak Bupati disambut dengan antusias oleh Umat Paroki St. Maria Ratu Rosari Gianyar sebagai ucapan terima kasih atas campur tangan Bapak Bupati dalam membantu kelancaran pembangunan Gereja Katolik St. Maria Ratu Rosari Gianyar. Semoga Bapak Bupati selalu dilimpahi rahmat kesehatan dan semoga segala karya tangannya selalu menjadi berkat bagi banyak orang yang dilayani. Tuhan memberkati. 

Foto-foto dapat di download di alamat ini:
https://drive.google.com/drive/folders/1-8ecd0_Niq6SC8WhNLB-6A2HxR7M15os...

YUK BERKATI RUMAH KITA DENGAN KAPUR!

  • Posted on: 6 January 2018
  • By: Sekretariat Paroki
Gereja Katolik sangat kaya dengan tradisi dan simbol iman, dan dengan setia terhadap tradisi, kita berupaya melestarikan iman Kristiani juga. Salah satunya yang masih populer di benua Amerika dan Eropa adalah tradisi "memberkati" rumah dengan kapur. Kok bisa? Simak ulasan berikut ini yuk!
Sudah menjadi tradisi di Hari Raya Penampakan Tuhan/Epifani (6 Januari atau bisa digeser ke hari Minggu terdekat), pastor paroki akan memberkati kapur, air suci, dan garam yang akan dibagikan kepada masing-masing keluarga. Nah setelah mendapatkan kapur, air suci, dan garam, para keluarga akan pulang ke rumah masing-masing dan memberkati rumah mereka dengan air suci dan garam, kemudian menuliskan "20+C+M+B+18" dengan kapur di palang pintu masuk. Biasanya yang memimpin upacara singkat ini adalah kepala keluarga.
 
APA MAKSUD HURUF DAN ANGKA TERSEBUT?
20 dan 18 adalah angka tahun saat ini, jadi kita tuliskan sesuai angka tahun saat ini. Jika kita tulis di tahun 2018, cukup kita ganti angka 17 dengan angka 18. C, M, B adalah singkatan dari ketiga nama Para Majus, yakni Caspar, Melchior, dan Balthasar. Namun di sisi lain huruf-huruf tersebut merupakan singkatan dari bahasa Latin "Christus Mansionem Benedicat", yang berarti "Semoga Kristus memberkati rumah ini". Lambang "+" sendiri merupakan lambang Salib.
 
BUAT APA ADA TRADISI INI?
Sederhana, yakni sebagai wujud penghayatan iman kita serta permohonan kita kepada Allah supaya melindungi rumah kita dari kekuatan si jahat. Selain itu menandai palang pintu dengan kapur yang telah diberkati menandai komitmen keluarga untuk selalu menyambut Kristus dalam seluruh kehidupan keluarga, baik dalam suka maupun duka sepanjang tahun.
 
RUMUSAN UPACARA
* Pemberkatan Kapur
I: Pertolongan kita dalam nama Tuhan
U: Yang menjadikan langit dan Bumi.
I: Tuhan sertamu.
U: Dan sertamu juga.
I : Marilah berdoa,
Ya Tuhan, berkatilah kapur tulis ini sehingga dapat dipergunakan sebagai sarana keselamatan bagi umat-Mu. Semoga melalui pertolongan Nama-Mu yang kudus, Kristus berkenan memberkati rumah umat-Mu yang dengan penuh iman menandai pintu rumahnya dengan menggunakan kapur ini. Kiranya melalui perantaraan orang kudus-Mu, Caspar, Melchior, dan Balthasar, umat-Mu memperoleh perlindungan, kesehatan, dan kesejahteraan baik jiwa maupun raganya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin. (*kapur diperciki air suci)
 
* Ketika menuliskan "20+C+M+B+18", bacalah doa ini:
Tiga orang Majus, Caspar, Melchior, dan Balthasar mengikuti bintang menuju Anak Allah yang menjadi manusia 2017 tahun yang lalu. Semoga Kristus memberkati rumah kami dan senantiasa bersama kami sepanjang tahun ini. Amin.
 
* Kemudian bacalah doa ini:

Halaman