GIANYAR – Berkesempatan sedikit berbincang bersama RD.Dr.Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta di teras pastoran Paroki Santa Maria Gianyar, pastor yang sudah masuk tahun ke tujuh sejak 2013 lalu melayani di Paroki Sanmari Gianyar ini bercerita sedikit tentang proses dari awal rencana hingga terbentuklah kini gereja megah, dihiasi beragam ornament menarik dan penuh makna.

Pastor kelahiran Singarajja tahun 1961 ini menjelaskan proses pembangunan gereja baru Paroki Sanmari Gianyar sudah mulai dilakukan perencanaan dari sisi keinginan, gagasan, dan ide pada tahun 2015 tepat pada saat misa perak iamamat Romo Wanta 5 tahun lalu. “Lalu mulai bergerak membuat desain pada bulan Juli 2016 dan mencari IMB pada bulan Oktober 2016,” ujarnya.

Kemudian Pastor lulusan Hukum Gereja ini melanjutkan cerita, dijelaskannya pada tanggal 27 September 2017 dilakukan peletakan batu pertama, dan lanjutkan dengan pembangunan gereja. Hingga akhirnya pada tahun 2019 gereja selesai melakukan pembangunan, dan pada bulan Desember 2019 gereja sudah bisa dipakai, “Gereja dipakai mulai Malam Natal 2019, meskipun belum lengkap sepenuhnya. Dipakai karena umat semakin banyak, agar umat bisa merayakan misa di dalam gereja,” cakapnya.

Gereja ini sudah ditahbiskan oleh Uskup Keuskupan Denpasar pada tanggal 22 Agutsus 2020 dan di resmikan I Made Mahayastra Bupati Kabupaten Gianyar, bahkan turur hadir Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati selaku Wakil Gubernur Bali, yang dilaksanakan tepat saat ulangtahun imamat ke 30 Romo Wanta. 

Hingga saat ini Paroki Sanmari Gianyar tercatat memiliki 910 umat, sementara gereja baru mampu menampung 800-1000 orang. Namun tidak dipungkiri saat hari raya umat yang hadir sekali dalam perayaan ekaristi bias mencapai 1000-1.200 orang. “Umat harus lebih aktif dan rajin ke gereja, lebih care dengan kegiatan gereja dan bersemangat. Karena yang memelihara gereja ini harusnya umat, saya hanya perantara saja,” jelasnya. (Monica Rahayu)