GIANYAR – Bertepatan saat pentahbisan gereja baru Paroki Santa Maria Gianyar, RD.Dr.Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta pastor Paroki Sanmari yang akrab disapa Romo Wanta menceritakan sedikit tentang filosofi Gereja sanmari. Mulai dari ornamen, bentuk gereja, dan juga arah gereja sambil mengenakan udeng bermotif batik berwana cokelat.

Dihadapan Uskup Keuskupan Denpasar, Mrg. Silvester San, para romo undangan, daikon, frater, suster, umat dan undangan yang hadir Romo Wanta sedikit berbagi filosofi gereja mulai dari 40 artglass kaca patri yang menghiasi dinding gereja baru ini. Dimana ada 40 peristiwa Rosario yang terdiri dari peristiwa gembira, terang, sedih, dan mulia kareana gereja ini berpelindung kepada Bunda Maria. Selain itu ada artglass jalan salib, dan bangunan gereja ini menghadap ke timur tanda kehidupan, dan membelakangi barat sebagai tanda istirahat.

“Menghadap timur karena kita ingin menimba kekuatan pada matahari yaitu Yesus Kristus sang kehidupan, dan dalam perjalanan ziarah hidup kita beristirhat menuju sebuah lukisan Lazarus bersama Bapa disurga yang mengingatkan kita dalam ziarah hidup harus terus mengembangkan iman kita,” ujarnya.

Beliau juga bercerita sedikit mengenai ornament yang terletak tepat di deopn gereja, berisikan 40 malaikat bersama Bunda Maria dan Rosario-Nya yang melambangkan ajakan untuk terus berdoa rosario. Dan ornamen 40 malaikat melambangkan simbol 40 tahun perjalanan Bangsa Israel menuju tanah terjanji, 40 hari Yesus berpuasa, dan 40 hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus naik ke surga. Di gereja ini pun memiliki 3 patung Bunda Maria, salah satunya sebesar 4,5 meter terletak di atap lantai dua gereja. Kemudian patung kedua terdapat pada ornament di depan gereja, dan yang terakhir didalam gereja tepat di sebelah kanan Altar.

Selain itu Romo Wanta juga menjelaskan sedikit menganai bentuk gereja yang menjulang ke atas, seperti orang yang mengatupkan tangan ke atas untuk berdoa, dengan maksud memuji dan memuliakan Allah. “Kami berusaha agar gereja ini menjadi pusat spiritual umat dimana pun anda berada khususnya di Kabupaten Gianyar, bukan hanya umat Katolik tapi umat beragama siapa pun. Oleh karena itu gereja ini dibantu oleh Pemerintahan Kabupaten Gianyar. Ini membuktikan pemerintah komit, konsen, dan perhatian pada umat Katolik di Gianyar walau pun berjumlah kurang dari 1000 orang,” pungkas Romo Wanta. (Monica Rahayu)